Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perencanaan Layanan Khusus Kafetaria Berbasis Sekolah

Kamis, 19/12/2013 13:18:24

 

Layanan khusus merupakan layanan yang disediakan untuk melayani peserta didik, guru, staf dan warga sekolah lainnya dalam melaksanakan kegiatan di sekolah agar tercipta rasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Salah satu layanan khusus di sekolah yaitu layanan khusus kafetaria. Banyak sekolah yang masih belum memperhatikan pentingnya kesehatan dan kebersihan pada peserta didik yang sedang belajar di sekolah, sehingga perlu adanya tempat yang khusus untuk penjual makanan. Penjual makanan yang berada di lingkungan sekolah tidak dapat dipastikan menjual makanan dan minuman yang higienis, bersih dan sehat untuk dikonsumsi oleh peserta didik. Makanan dan minuman yang kurang higienis dapat mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah, dapat menyebabkan peserta didik mengalami sakit misalnya batuk, diare, flu dan sebagainya. Selain itu, seringkali peserta didik terlambat masuk ke kelas karena harus pergi jauh ke luar lingkungan sekolah untuk membeli makanan maupun minuman. Untuk meminimalisir hal tersebut, adanya kantin atau kafetaria dapat mengontrol makanan dan minuman yang higienis, mencegah adanya keterlambatan masuk kelas, mencegah adanya peserta didik yang bolos saat pelajaran berlangsung dan untuk menciptakan rasa nyaman pada saat istirahat yang sekaligus dapat menetralkan pikiran peserta didik setelah belajar di kelas. Oleh karena itu, dengan adanya layanan khusus kafetaria atau kantin sekolah diharapkan para peserta didik tidak akan keluar dari lingkungan sekolah selama waktu istirahat.
Kantin dapat mencerminkan keadaan sekolah yaitu dengan sehatnya peserta didik, disiplin, tanggungjawab peserta didik dapat dilihat dari bersihnya, higienisnya, sehatnya kantin sekolah atas makanan dan minuman yang dijual. Semakin bertambahnya kemajuan dan perkembangan teknologi sekolah memerlukan adanya pertambahan fasilitas yang dapat menunjang peserta didik dalam hal makanan dan minuman yang bersih dan sehat untuk dikonsumsi yaitu dengan pembangunan kantin. Kantin yang dapat berguna bagi peserta didik dan warga sekolah lainnya, dapat membantu mencapai tujuan secara maksimal yaitu dengan menyejahterakan peserta didik dan warga sekolah dengan menyediakan tempat untuk menjual, membeli makanan dan minuman.
Layanan khusus kafetaria dapat berjalan dengan baik apabila pengelolaan manajemennya juga baik. Berawal dari perencanaan yang matang, serius dengan adanya tujuan, visi dan misi adanya kantin. Selanjutnya pelaksanaan, pemantauan dan penilaian. Perencanaan yang perlu ditekankan yaitu pertama, menentukan tujuan adanya kantin. Ditinjau dari tujuan adanya kantin sekolah dapat membantu memperbaiki sekolah dalam tingkat kesehatan dan tanggungjawab peserta didik di sekolah, karena tidak perlu pergi jauh untuk membeli makanan dan minuman, serta dengan didukung adanya fasilitas yang memadai peserta didik akan lebih menikmati waktu istirahatnya dengan makanan dan minuman yang tersedia di kantin bersama teman-teman terdekatnya. Kedua, perecanaan mengenai dana yang akan digunakan. Merencanakan alokasi dana yang akan digunakan ketika akan membangun, pelaksanaan, pemantauan atau pada saat penilaian. Alokasi dana diambil dari anggaran program kegiatan dari Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) atau dari sumbangan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau dari yang lainnya. Ketiga, sistem yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Sistem yang dimaksud adalah peserta didik mengambil makanan sendiri dari yang telah disediakan, peserta didik memesan dan dilayani oleh petugas kantin, atau dengan sistem lainnya. Sistem tersebut dengan tujuan agar peserta didik merasa dilayani atau mendapat layanan khusus dari adanya kantin di sekolah.
Selanjutnya, keempat, menentukan struktur petugas yang akan memantau pelaksanaan kantin. Sebuah lembaga perlu adanya struktur organisasi yang jelas agar lembaga tersebut ada penanggungjawab apabila terdapat hal yang dapat menghambat proses kegiatannya, begitu juga dengan layanan khusus kantin. Petugas kantin mulai dari kewenangan kepala sekolah, kepala sekolah sebagai pengawas  untuk mengawasi jalannya pembangunan kantin. Kalau dana dari pemerintah maka petugas pengawas yang memang bisa dipercaya untuk dapat mengawasi jalannya pembangunan kantin, petugas memantau makanan dan minuman yang layak dijual kepada peserta didik. Kelima, merencanakan desain dan tata letak kantin agar peserta didik merasa nyaman pada saat berada di kantin dan tidak merasa terganggu dengan adanya kantin. Desain dan tata letak kantin perlu diperhatikan karena apabila desain dengan fasilitas yang tidak memadai membuat peserta didik enggan berkujung serta tata letak kantin yang dekat dengan kelas juga akan menjadikan peserta didik merasa terganggu karena kebisingan dari adanya kantin ketika mereka belajar di kelas. Selanjutnya, keenam, menentukan standart kesehatan yang tidak membahayakan peserta didik. Standar kesehatan makanan dan minuman yang dijual di kantin harus diperhatikan kualitas, bersih, higienis, sehat dan bergizi bagi peserta didik  yang membeli.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa layanan khusus kafetaria kekolah dapat membantu mengontrol makanan, minuman yang dikonsumsi peserta didik dan sekolah, dapat mengawasi peserta didik dalam menjamin kesehatan. Selanjutnya, peserta didik tidak perlu jauh membeli makanan dan minuman, peserta didik dapat membeli makanan dan minuman sesuai dengan uang yang dimiliki, serta memberikan tempat yang nyaman dengan adanya fasilitas kantin. Sehingga kantin dapat menjadikan tempat istirahat yang nyaman pada waktu istirahat. Dalam pembangunan kantin ini kami berusaha memaksimalkan kinerja dengan menggunakan dana, bahan dan waktu yang telah ditentukan agar memperoleh hasil yang efektif dan efisien.

Posting oleh Ngainun Naja 12 tahun yang lalu - Dibaca 11401 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 08/03/2021 10:49:35
Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan Pendidikan

JAKARTA - Sejak pandemi melanda, sekolah-sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah....

Selasa, 02/03/2021 09:57:29
KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP JENIS BUDAYA DAN DUKUNGAN ORGANISASI

    Abstract: The study investigates the relation of the readiness for change of an elementary school...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
13 tahun yang lalu - dibaca 141545 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
13 tahun yang lalu - dibaca 113727 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
13 tahun yang lalu - dibaca 158989 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
13 tahun yang lalu - dibaca 119270 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
11 tahun yang lalu - dibaca 124392 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
11 tahun yang lalu - dibaca 138745 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
13 tahun yang lalu - dibaca 118477 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
13 tahun yang lalu - dibaca 95653 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 30700 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
6 tahun yang lalu - dibaca 31633 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
6 tahun yang lalu - dibaca 51769 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
6 tahun yang lalu - dibaca 57696 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
6 tahun yang lalu - dibaca 73214 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
6 tahun yang lalu - dibaca 46559 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
6 tahun yang lalu - dibaca 45911 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
6 tahun yang lalu - dibaca 64649 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.74556 seconds